SEJARAH DESA

SEJARAH DESA 

Desa Kayen mulanya bernama Miono Mayana yang dulunya disebut desa Tohyaning ( Toyane bening/ air bersih). Merupakan tempat pusat penyebaran Agama Hindu, ini terbukti ditemukan Arca Durga Goya Klasik yang terbuat pada abad ke 8 ( tahun 800 M ) dan terdapat bekas bangunan yang berada dibawah tanah terbuat dari batu bata yang terbuat pada abad ke 13 9 tahun 1300 M) pada abad ke 14 juga tempat peringgahan seorang empu yang merupakan ulama Islam bernama Ki Darmoyono. Berhasil merubah keyakinan penduduk Miyono beragama Hindu menjadi Agama Islam. Sehingga mendapat gelar Ki Gede Miyono / Ki Ageng Miyono juga bisa dipanggil Kiyono atau Kianut artinya Kiyai/Sesepuh Agama yang dianut . Sekitar kurang lebih abad 15 Mbah Kiyono wafat dan dimakamkan di Desa Miono yang sekarang dimakamkan Jati Kembar Miono. Desa Miono dulunya merupakan daerah rawa-rawa atau orang menyebut balong/tempat air,kemudian tempat tersebut didirikan pasar yang dikenal Pasar Balong (pasar lama)setelah penduduk mulai banyak bertempat tinggal,maka tempat tersebut diberi nama KAYYON / HAYYUN yang artinya air hidup karena tempat tanah mati,daerah rawa / balong menjadi hidup dan di tempati penduduk. Lama kelamaan nama Hayyun atau Kayyon menjadi KAYEN. Namun pada saat Jaman Belanda Desa Kayen ini dibagi menjadi Dua Petinggen yaitu Kayen Barat dan Kayen Timur. Setelah Mbah Sokran menjadi Kepala Desa Sekitar kurang lebih Tahun 1940 sampai 1950 sebagai Kepala Desa Pertama dijadikan satu Desa yaitu Desa Kayen sampai sekarang, karena Kepala Desa Pertama meninggal kemudian diganti oleh Samingun sebagai Kepala Desa Kedua menjabat sampai tahun 1975, dan diganti oleh Rinduan sebagai Kepala Desa ketiga menjabat sampai tahun 1988, Kepala Desa keempat bernama Dwi Hartadi,menhabat Kepala Desa sampai tahun 1998. Kemudian diganti oleh Subono sebagai Kepala Desa Kelima dan keenam/ menjabat sampai dua kali periode yaitu 1998 – 2007 dan periode 2008 – 2013. Dan saat ini dijabat oleh Marno sebagai Kepala ketujuh periode 2015 – 2021 hasil pemilihan Kepala Desa pada taggal 28 Maret 2015.